HOTLINE

0822 800 97473

: bengkulusatu.co.id@gmail.com 0822 800 97473 Jalan Letkol Syamsul Bahrun, RT 2 RW 4 Kelurahan Bentiring
Bengkulu Satu
SHARE :

Mantan Imam Desa Lemeu Ditemukan Tak Bernyawa Di Bawah Batang Kopi

23
02/2021
Kategori : Daerah
Komentar : 0 komentar
Author : bengkulu1


Mantan Imam Desa Lemeu Ditemukan Tak Bernyawa Di Bawah Batang Kopi

Bengkulusatu.id, Lebong – Mantan imam masjid desa Lemeu, Kecamatan Uram Jaya, Kabupaten Lebong, Abdul Mutalib alias Talib (60) ditemukan tak bernyawa di bawah batang kopi di Kebun miliknya, Selasa (23/2/2021) pagi, sekira pukul 10.00 WIB. Jenazah tersebut pertama kali ditemukan oleh Nopriantori warga Lemeu bersam dua orang rekannya.

Diceritakannya, ketika itu Senin (22/2/2021) Nopriantori sedang berangkat ke kebun karet miliknya untuk menyadap karet. Biasanya setiap melintasi kebun korban, ia sering memanggil korban.

Namun, ketika dipanggil tidak ada jawaban dari korban, lalu ia melanjutkan perjalanannya. Kemudian, esoknya, Selasa (23/2/2021) Nopriantori kembali melintasi kebun tersebut, dan ia pun kembali memanggil korban namun tetap tak ada jawaban.

“Kami pai nyadap, kami galak lewat depan pondok nenek ini kan, dio jawab, oii pai nyadap, iyo kecek kami, tapi duo hari iko dak jawab-jawab. (Kami pergi nyadap karet, seting lewat depan pondok kakek ini, biasanya kami panggil dia jawab, oii pergi nyadap kata kakek, tapi dua hari ini kami panggil tidak ada dijawab-jawab,” ungkap Nopriantori, saat ditemui di depan rumah duka, Selasa (23/2/2021).

Karena tak dijawab-jawab juga, mereka pun penasaran karena tak biasanya demikian. Akhirnya mereka mendekati pondok namun korban tidak ada, lalu mereka mencari di sekitaran pondok tersebut, tak juga ketemu.

“Pada sekitar 3 meter, kami menemukan sepatu booth warna kuning. Terus kami menuju ke arah situ, lalu kami menemukan kakek tersebut sudah tak bernyawa dalam kondisi terlentang di bawah batang kopi,” kata Nopriantori.

Data terhimpun, kakek ini sehari-harinya menyadap karet dan berkebun kopi. Setiap pagi dia berangkat sadap karet, kemudian siangnya ia pulang ke rumah. Di rumah ia juga tinggal sendiri, anak-anaknya sudah berkeluarga dan menetap di Kecamatan Pinang Belapis, Kabupaten Lebong. Jenazah kakek tersebut diperkirakan telah 2 hari. [Traaf]

Berita Lainnya



Tinggalkan Komentar